Klikbangsa.id-Jakarta. Kegiatan ‘TAMPAN’ (Tambora, Tertib, Terpadu, Aman dan Nyaman) yang merupakan program unggulan Kecamatan Tambora, Jakarta Barat kembali dilakukan dan kali ini berlangsung diwilayah kelurahan Jembatan Lima kecamatan Tambora, Jakarta Barat Rabu (12/8/2026).
Kegiatan ‘TAMPAN’ yang rutin dilakukan setiap hari Rabu tersebut diawali dengan apel persiapan yang dipimpin oleh Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu.
Apel dihadiri para lurah serta ratusan petugas gabungan dari unsur Satpol PP, Satpel Perhubungan, Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, Kesehatan, Sosial, Gulkarmat, PPSU, Bhabinkamtibmas, Babinsa, FKDM, LMK, PKK, kader Dasa Wisma, Jumantik dan pengurus RT dan RW 05 dan Karang Taruna.
Usai apel, petugas gabungan langsung melakukan kegiatan Tampan yang meliputi lima pilar yakni Tertib Trotoar dan PPKS, Tertib Listrik/Operasi Penertiban Arus Listrik, Tertib Saluran, Jalan dan Penerangan, Tertib Sampah dan usaha, dan Tertib Kamtibmas dan Kesehatan.
“Kegiatan Tampan ini rutin setiap Rabu pada masing-masing kelurahan. Lokusnya di kelurahan, ada sejumlah RW yang kita tindak lanjuti. Kegiatan Tampan mencakup lima pilar, mulai dari Tertib Trotoar dan PPKS, Tertib Listrik/Operasi Penertiban Arus Listrik, Tertib Saluran, Jalan dan Penerangan, Tertib Sampah dan usaha, dan Tertib Kamtibmas dan Kesehatan,” ujar Camat Tambora yang didampingi Lurah Jembatan Lima.
Untuk kegiatan Tampan di wilayah Kelurahan Jembatan Lima lanjut Aji, berlangsung dilingkungan RW.06, dengan fokus utama pemilahan sampah pada sumbernya.
“Di Jembatan Lima, kita sama-sama mengedukasi dan mengingatkan kembali mengenai pemilahan sampah. Karena di sini (warga) ada yang belum paham pemilahan sampah. Namun secara simultan dan juga bertahap, kita informasikan juga kepada masyarakat agar segera melakukan pemilahan sampah, karena ke depannya kalo tidak dipilah, nantinya akan kita tidak angkut,” tuturnya.
Terkait pemilahan sampah, Aji telah meninjau sejumlah lokasi pemilahan sampah, mulai dari pengolahan sampah organik dan an organik. Pengolahan sampah organik dilakukan dengan metode maggot dan pengolahan sampah an organik di bank sampah RW 06.
“Sampah organik, seperti kulit buah, dan sisa olahan makanan, bermanfaat sebagai makanan maggot. Dan, maggot nantinya bisa dimanfaatkan untuk pakan ikan atau ternak. Untuk pemilahan sampah an organik, tadi sudah dijelaskan di Pos RW 06, kita melakukan penimbangan di bank sampah. Alhamdulillah, sejumlah bank sampah sudah bisa berkontribusi, termasuk pengumpulan minyak jelantah,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi upaya warga Kelurahan Jembatan Lima yang telah mendeklarasikan dan pernyataan sikap dalam menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan wilayah.
(Puji)
