Klikbangsa.id-Jakarta. Kontraktor pelaksana PT.Lusro Nauli mempertontonkan bobroknya pelaksanaan Pembangunan/Peningkatan Trotoar dan bangunan perlengkapan jalan di jalan Pemuda Sisi Selatan dan sekitarnya.
Pasalnya kegiatan yang menggunanakan hasil keringat masyarakat melalau APBD DKI sarat dengan pengurangan volume hingga dugaan tidak sesuai dengan Bill of Quantity maupun spesisikasi teknis hingga dengan Kerangka Acuan Kerja. (KAK).

Hal tersebut menjadi sorotan publik.
Diketahui kontraktor pelaksana lewat papan proyek PT.Lusro Nauli dengan masa pelaksanaannya 150 hari kalender (22 Juni s/d 18 November 2026).
Tidak hanya itu, bahkan tidak dicantumkan nilai kontrak kegiatan pelaksanaan Pembangunan/Peningkatan Trotoar dan bangunan perlengkapan jalan di jalan Pemuda Sisi Selatan dan sekitarnya.
Ada apa dengan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, selaku Pengguna Anggaran (PA) maupun Kuasa Pengguna Anggaran ? sehingga tidak mencantumkan nilai kontrak anggaran di papan proyek. Apakah anggaran tersebut tabu untuk diketahui publik ?
Hal tersebut patut diduga, mungkinkah Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta ada “mainmata” dengan kontraktor pelaksana dugaan telah terjadi pembiaran terkait penggunaan uang rakyat yang bersumber dari hasil keringat masyarakat ?
Pantauan dilokasi kegiatan, secara kasat mata tampak pekerjaan asal jadi. Seperti : sejumlah material dibiarkan menumpuk, hingga mengganggu pengguna jalan dan bahkan papan pengaman proyek disepanjang jalan tampak tidak dilakukan.
Lantas bagaimana dengan pengawasan konsultan pengawasan dilapangan ?” ujar Herman selaku pengguna jalan. Rabu.(9/9/2026). Tepat pukul 09.44 wib.
Tidak hanya itu, pantauan dilapangan saat dilakukan penggalian saluran diduga ada keanehan dan tidak lazim dilaksanaka. Antara lain :
1. Untuk pemasangan u-ditch tampak dipaksakan, padahal airnya masih tergenang dan airnya dikeringkan terlebih dahulu.
2. Tidak dilakukan pekerjaan menguras air dengan menggunakan pompa mesin, mestinya dikuras dulu terlebih dahulu. Lantas kemana Pompa mesin penguras air?
3. Sesudah kering, kemudian menggunakan lantai kerja dan setelah lantai kerjanya matang.baru dilakukan pemasangan u-ditch.
Ironisnya, yang terjadi justru Pemasangan u-ditch dilakukan saat airnya tergenang. Herannya lagi, Konsultan pengawas maupun pengendalian dari Dinas Bina Margasepertinya “tutup mata”. Fakta yang terjadi dilokasi kegiatan, tampak pemasangan u-ditch dengan air tergenang.
Tidak tertutup kemungkinan pekerjaan pemasangan u-ditch
bukan menjadi solusi mengatasi banjir, justru menjadi preseden buruk dikemudian hari termasuk kualias pekerjaan tersebut dipertanyakan.
Bahkan beberapa pekerjaan lainnya dipertanyakan, seperti penggunaan beton struktur f’c 20 Mpa (variasi 2), Full depth (variasi ), Full depth pigment dengan ketebatan 10 cm, dan
bahkan beton struktur f’c 30 MPa (variasi 2), Full depth pigment dengan ketebalan 20cm. dipertanyakan.
Untuk pekerjaan lainnya, seperti pasangan batu mortar juga harus di evaluasi. Termasuk kualiatas adukan semen terkesan asal jadi dan tidak sesuai dengan mutu.
Selain itu, untuk pekerjaan balok B2 dengan ukuran 150 x 250 mm, balok B1 ukuran 200x 250 mm sarat dengan penyimpangan. Ironisnya lagi, penggunaan besi tulangan tampak asal jadi alias dipertanyakan.
Ketua Umum PKN (Pemantau Keuangan Negara), Patar
Sihotang, S.H.,M.H angkat bicara. Dengan tegas dikatakan, “akan mendesak Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma dan Gubernur DKI Jakarta, Dr.Ir.Pramono Anung Wibowo, M.M untuk segera meninjau ulang kembali kegiatan Pembangunan/Peningkatan Trotoar dan bangunan perlengkapan jalan dijalan Pemuda Sisi Selatan dan sekitarnya,” pungkasnya.
Lebih lanjut dikatakan, dalam waktu dekat akan menyurati Gubernur DKI Jakarta dan Kepala Inspektorat DKI untuk mendesak Kepala Dinas Bina Marga selaku Pengguna Anggaran termasuk Pejabat Pembuat Komitmen untuk meninjau kembali kegiatan yang bersumber dari APBN dan hal ini tidak bisa dibiarkan,” tutup Patar Sihotang, S.H.,M.H
kepada sejumlah awak media. Jumat.(11/9/2026). Tepat pukul 11.30 wib
Hingga berita ini diturunkan Kepala Bidang Trotoar Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Hananto saat dikonfirmasi lewat aplilasi WhatsApp miliknya, yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan.
Fakta dan integritas yang ditanda tangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) dengan Direktur Pelaksana P.T.LS hanya lip service. Namun praktiknya dilapangan justru sebaliknya.
Kamis. (10/9/2026), tepat pukul 14.31 wib.
Hal yang sama, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Ir.Heru Suwondo, M.Si saat dipertanyakan terkait pelaksanaan Pembangunan/Peningkatan Trotoar dan bangunan perlengkapan jalan di jalan Pemuda Sisi Selatan dan sekitarnya diduga sarat
dengan pengurangan volume alias asal jadi. Yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan. Kamis. (10/9/2026), tepat pukul 15.15 wib.
(Parulian).
