Klikbangsa.id-Jakpus. Di tengah derasnya arus informasi digital, mahasiswa diingatkan untuk tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menjadi generasi yang kritis, bijak, dan ikut menjaga persatuan bangsa.

Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Penguatan Ideologi dan Karakter Kebangsaan yang digelar Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Pusat di Ruang Serbaguna Utama, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Selasa (22/9).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah Jakarta Pusat tersebut membahas pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Plh Kasuban Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Pusat, Rachmat Hidayat, mengatakan dialog tersebut bertujuan menanamkan sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Dialog ini diikuti 100 mahasiswa dari universitas di wilayah Jakarta Pusat dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai ideologi Pancasila sebagai dasar dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Rachmat.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, perkembangan teknologi dan globalisasi juga membawa tantangan berupa penyebaran informasi yang tidak benar, ujaran kebencian, intoleransi hingga polarisasi.
Karena itu, penguatan karakter dan ketahanan ideologi dinilai penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh berbagai informasi maupun paham yang dapat mengganggu semangat persatuan.
Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengajak mahasiswa menjadi pelopor persatuan, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Saya mengajak para mahasiswa untuk menjadi pelopor persatuan di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. Agar jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” kata Arifin.
Ia juga mendorong mahasiswa membangun budaya berdiskusi, berpikir kritis, menghargai keberagaman, serta mengedepankan penyelesaian masalah secara bersama.
“Saya percaya dengan mahasiswa yang berkarakter kuat, berwawasan kebangsaan, dan memiliki semangat kolaborasi, kita dapat membangun lingkungan Jakarta Pusat yang semakin harmonis, aman, toleran, produktif, dan berdaya saing,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Bangun Sitohang, Penanggung Jawab Tim Kerja Karakter dan Wawasan Kebangsaan Ditjen Polpum Kemendagri, yang membawakan materi “Penguatan Ideologi dan Karakter Kebangsaan Bagi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045.”
Selain itu, Dina Kristina menyampaikan materi “Bijak Bermedia Sosial dengan Karakter Kebangsaan.”
Dialog tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus memahami pentingnya menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab, kritis, dan tetap menjunjung nilai persatuan di tengah keberagaman.
As/Elvida
