Klikbangsa.id-KabToba. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba mewacanakan pembentukan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLD) sebagai wadah pembinaan atlet muda potensial dari kalangan pelajar.
Gagasan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus memastikan bibit-bibit atlet berprestasi di Kabupaten Toba tidak berhenti setelah mengikuti kompetisi.
Wacana pembentukan PPLD disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Toba, Donny Raymond Simamora, di sela pelaksanaan Turnamen Olahraga dalam rangka Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tingkat Kabupaten Toba, Selasa (29/9/2026).
Menurut Donny, berbagai pertandingan olahraga dalam rangka Haornas tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi dan hiburan. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mencari dan menjaring bibit atlet potensial sejak usia pelajar.
Turnamen yang digelar pada 28–29 September 2026 di Kompleks Perkantoran Bupati Toba itu diikuti pelajar tingkat SD dan SMP. Sejumlah cabang olahraga dipertandingkan, di antaranya mini soccer, bola voli, margala, atletik, catur dan senam.
Donny mengatakan, meski saat ini kegiatan tersebut masih dikemas dalam bentuk festival olahraga, ke depan potensinya dapat dikembangkan menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet pelajar yang lebih terarah.
Pemkab Toba, lanjutnya, tengah mewacanakan pembentukan PPLD melalui Peraturan Bupati (Perbup) maupun Peraturan Daerah (Perda). Payung hukum tersebut dinilai penting agar program pembinaan atlet memiliki dasar yang jelas, termasuk dalam hal pengalokasian anggaran melalui APBD.
“Dengan begitu, nantinya kita bisa memprogramkan penganggaran melalui APBD sehingga pembinaan atlet tidak terputus,” ujar Donny, didampingi Kepala Bidang Olahraga, Tridarma Simanjuntak.
Jika terealisasi, PPLD nantinya akan menjadi wadah pembinaan bagi pelajar yang memiliki prestasi maupun potensi di bidang olahraga. Pembinaan akan diarahkan pada sejumlah cabang olahraga yang menjadi unggulan Kabupaten Toba.
Melalui sistem tersebut, atlet muda yang terjaring dari berbagai kompetisi pelajar diharapkan tidak berhenti hanya pada ajang pertandingan, tetapi dapat memperoleh pembinaan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan dan prestasinya.
“Namun, kita mungkin akan fokus pada cabang olahraga unggulan. Dengan demikian, bibit-bibit atlet yang terjaring dalam kegiatan seperti ini tidak terabaikan,” kata Donny.
Elvida M
