Klikbangsa.id (Jakarta) – Sering muncul dalam lagu klasik “memang lidah tidak bertulang” bisa mengeluarkan kata-kata tanpa batas, seringkali berisi janji-janji yang mudah diucapkan namun sulit ditepati, “tinggi gunung seribu janji, lain di bibir lain dihati.
Ungkapan tersebut lebih tepatnya dialamatkan kepada orang nomor satu di Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Administrasi Jakarta Utara. Selaku Pejabat Pembuat Komitment (PPK) dan juga penandatanganan kontrak maupun pakta integritas dengan Direktur Pelaksana PT.Modern Bintang Mandiri, terkait kegiatan proyek penataan RTH Asrama Kebersihan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara.
Sebelumnya, kegiatan tersebut sudah berulangkali dipublikasikan, hanya saja Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Administrasi Jakarta Utara dengan Kontraktor Pelaksana PT. Modern Bintang Mandiri, sarat persekongkolan hingga dugaan pengurangan volume, bahkan kegiatan tersebut tertutup untuk diketahui publik.
Timbul pertanyaan. Ada apa dengan kegiatan tersebut hingga segitunya menutup rapat lokasi kegiatan yang menggunakan uang rakyat, apakah itu milik nenek moyangnya,” ujar Herman dengan geram selaku warga Sunter Jaya.
Tidak hanya itu, Herman mengatakan beberapa kali terjadi adu mulut dengan Pelaksana proyek, hingga tidak diperbolehkan masuk kelokasi pekerjaan,” beber Herman. Kamis.(11/12/2025).
Sejumlah kalangan mempertanyakan. Kenapa tidak dicantumkan nilai kontrak di papan nama proyek, bahkan proyek tersebut selalu ditutup dan bahkan di gembok dari luar,” demikian pengakuan Arman selaku control social. Jumat.(12/12/2025), saat ditemuin dilokasi kegiatan.
Akibat tidak dicantumkannya Nilai Kontrak pada kegiatan Penataan RTH Asrama Kebersihan Sunter Jaya.Nomor kontrak 3582/PN.01.02. Nomor SPMK 3840/PN.01.02. Lokasi RTH Asrama Kebersihan, Jalan Melati, Kelurahan Sunter Jaya. Tahun Anggaran 2025. Kode Rekening 5.2.03.01.01.0036.Waktu Pelaksanaan 75 hari kalender. Kontraktor pelaksana PT. Modern Bintang Mandiri, Konsultan pengawas PT.Duta Cipta Consultindo sarat dengan pengurangan volume, hal tersebut membuktikan sarat persekongkolan hingga pengurangan volume.
Tidak hanya itu, akibat dipublikasikan kegiatan Proyek Penataan RTH Asrama Kebersihan Sunter Jaya. Mantan Kepala Bidang RTH Dinas Pertamanan dan Hutan DKI Jakarta, sangat menyesalkan pemberitaan tersebut dan berjanji mau ketemu dulu, saya kan masih baru menjabat Kasudin Pertamanan di Jakarta Utara,” ucapnya.
Saat dipertanyakan dan dihubungi lewat aplikasi whatsapp miliknya. Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara. “Datang ajalah, klo mau klarifikasi, biar clear datanya. Sepatutnya sebelum berita ditayangkan, bapak melengkapi data dengan lengkap,” pungkasnya
Lebih lanjut dikatakan, “tugas bapak sebagai mitra, saya kan sebaiknya bisa saling mengingatkan, mohon izin, jika memang perlu penjelasan detail, akan saya jelaskan secara tatap muka ,” ujar Reina Camelia. Jumat.(5/12/2025), tepat pukul 06.26 wib.
Hanya saja pertemuan dengan Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, belum terealisasi. Akhirnya mempertanyakan kembali sesuai dengan janjinya.
Dengan pertanyaan. “kenapa pembayaran penyambungan sementara PLN oleh kontraktor mengatas namakan nama pribadi. “Nah sementara penyambungan sementara PLN oleh rekanan di salah satu kegiatan di bilangan Kelapa Gading menggunakan nama kontraktor atau nama perusahaan dan bukan mengatasnamakan pribaddi ?”
Menanggapi pertanyaan tersebut, “ Reina Camelia mengatakan, Hari senin ke kantor aja, nanti saya jelaskan,” tulis Reina Camelia lewat aplikasi WhatsApp miliknya. Jumat.(5/12/2025) tepat pukul 17.33 wib.
Janji tinggal janji, Akhirnya pemberitaan selanjutnya diturunkan dengan judul “Desak Inspektorat Periksa Kegiatan Penataan Taman RTH Taman Asrama Kebersihan Sunter Jaya. Jumat.(12/12/2025).
Menanggapi pemberitaan tersebut, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara, mengatakan,“wualah, dari pagi saya di kantor, bapak nggak datang dan saya baru keluar kantor sekitar pukul 14.30 wib, rapat dinas, tadi Cuma keluar di lingkungan kantor Walikota. “Besok pagi saya giat di luar kantor, besok sore Pak pukul 16.00 dan Jam 9.30 sudah diruangan” tulis Reina Camelia.Senin.(16/12/2025) tepat pukul 16.13 00 wib.
Dihari yang berbeda, Selasa.(17/12/2025), sekitar pukul 15.45 wiab, tim awak media mendatangi kantor Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara. Begitu tiba di depan pintu kantor. Langsung dipertanyakan oleh seorang security yang piket saat itu, maksud dan tujuan ke kantor Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara.
“Mau mengklarifikasi terkait kegiatan Propyek Penataan RTH Asrama Kebersihan di Sunter Jaya atas janji Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Reina Camelia, S.T”
Mendengar jawaban yang kita sampaikan lewat salah seorang security dan yang bersangkutan masuk kedalam kantor Sudin Pertamanan dan menyampaikannya kepada yang bersangkutan.
Setelah itu, salah seorang skurity kembali dan menyampaikan pesan secara lisan,“ silakan tunggu Pak, ibu saat ini sedang rapat,” ujar salah seoran security dan tidak disebut namanya. Selasa. (16/12/2025) tepat pukul 16.00 wib.
Tidak hanya itu, bahkan pesan singkat juga kita sampaikan kepada yang bersangkutan (Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara). Hanya saja, pesan singkat yang dikirim lewat aplikasi WhatsApp miliknya, tidak dijawab. tepat pukul 16.15.wib
Kurang lebih satu jam menunggu diruang tunggu, Kepala Sudin Pertamanan belum menanggapinya bahkan, akhirnya kita mempertanyakan kembali ke salah seorang security yang piket saat itu. Dijawab, “ibu saat ini sedang rapat, jadi belum bisa ditemuin,” beber security.
Diakibatkan tidak terealisasi pertemuan, padahal waktu yang ditentukan sudah pukul 17.00 wib. Tidak berapa lama kemudian, akhirnya kita izin dan meninggalkan lokasi Kantor Sudin Pertamanan. Bahkan, sebelum meninggalkan lokasi kantor Sudin PERTAMINA dan menyampaikan pesan singkat.
“Selamat sore Ibu, Izin kami sudah 1 jam lebih menunggu di depan kantor, sepertinya kita dianggap boneka, ibu yang janji ketemu dikantor.
Ironisnya, setelah tiba di depan kantor Sudin Pertamanan dan memberitahukan terlebih dahulu ke salah seorang skurity. Namun yang bersangkutan diduga sengaja mengabaikan janjinya. Selasa.(16/12/2025), tepat pukul 16.00 wib.
Setelah meninggalkan lokasi kantor Sudin Pertamanan Lantai 3, tiba-tiba mengirim pesan singkat dari Kepala Suku Dinas Pertamanan dan hutan kota Administrasi Jakarta Utara.
“Sore Pak, saya baru selesai rapat. Dan tadi belum di infokan ke saya, kalau bapak sudah hadir,” tulis Reina Camelia, S.T Selasa. (17/12/2025), tepat pukul 17.14 wib.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Administrasi Jakarta Utara, Reina Camelia, S.T., belum memberikan klarifikasi terkait kegiatan yang dipihak ketigakan yang nota bene sarat persekongkolan bahkan sengaja tidak mencantumkan nilai kontrak di papan proyek.
(Parulian).
